Evaluasi Capaian Pelaksanaan BPM KOTAKU Kabupaten Pacitan

 

Kegiatan lanjutan dari Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah Diskusi Tematik sesuai dengan kegiatan di wilayah dampingan Program KOTAKU Kabupaten Pacitan.

Menu pertama dari diskusi tematik adalah mengenaicapaian pelaksanaan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) yang pada tahun 2021 untuk Kabupaten Pacitan memperoleh 2 (dua) kategori.

Yaitu BPM Cash For Work atau Padat Karya Tunai untuk Desa Sumberharjo, Sirnoboyo dan Kelurahan Ploso dengan besaran dana masing – masing Rp. 300.000.000,00.

Kategori selanjutnya adalah BPM Reguler, untuk penanganan lingkungan kumuh di Desa Tanjungsari dan Bangunsari, masing – masing senilai Rp. 1.000.000.000,00.

Sehingga total pendanaan adalah 2,9 miliar rupiah.

Dalam acara diskusi yang melibatkan Pokja PKP, OPD terkait, Kepala Desa / Kelurahan, LKM, KSM dan pendamping Program KOTAKU, diawali dengan paparan pemanfaatan BPM dimulai sejak dari persiapan, perencanaan hingga pelaksanaan.

KSM Tanjung Gemolong Desa Tanjungsari menyampaikan bahwa pemahaman KSM, tukang / pekerja, dan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan kesuksesan pemanfaatan BPM. Hal ini beliau contohkan dengan terjadinya permasalahan pembangunan infrastruktur akibat kekurangpahaman tukang dan masyarakat di lokasi yang bersangkutan, sehinga pembangunan terhambat dan berubah dari rencana awal.

Hal senada disampaikan oleh M. Sobini, LKM Sumber makmur Desa Sumberharjo, bahwa partisipasi masyarakat di semua tahapan pemanfaatan BPM, bahkan nantinya pada saat pemanfaatan dan pemeliharaan, sangat penting. Kesadaran masyarakat yang tinggi akan lingkungan pasti akan menjaga dan memelihara agar infastruktur yang dibangun dapat berfungsi dengan maksimal. Pemanfaatan BPM menjadi satu kesatuan hingga merawat infrastruktur yang telah dibangun.

Bapak Ahmad Kusairi, S.T dari DPKPP Kabupaten Pacitan, memberikan masukan hendaknya KSM dan tukang melakukan banyak diskusi terkait pemahaman gambar rencana agar tidak terjadi kekeliruan pada saat pengerjaan. Kaena hal ini akan membuat kualitas dan fungsi infastruktur tidak maksimal.

Sebagai penutup diskusi, Ibu Cicik Roudlotul Jannah, ST, MT, Kabid ESDAI Bappeda Kabupaten Pacitan, menyampaikan apresiasi atas kerelawanan KSM dan LKM dalam melaksanakan pemanfaatan BPM di wilayahnya. Sembari menekankan bahwa setelah membangun, jangan lupa untuk merawat infrastruktur, sehingga tidak cepat rusak atau terbengkalai.

    

 

 

 

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *