62 Pekerja Bangunan Diuji Kompetensinya

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Jawa Timur dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur, melakukan uji kompetensi terhadap 62 pekerja bangunan yang berasal dari 2 desa di Kabupaten Pacitan, guna memperoleh Sertifikat Jasa Konstruksi.

Lembaga yang berwenang melakukan pemberian penilaian dan pemberian sertifikat jasa konstruksi kepada tukang bangunan, tukang besi, tukang kayu  dan sejenisnya adalah Kementerian PUPR / Balai Jasa Konstruksi.

Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk mempersiapkan tenaga konstruksi yang andal, kompeten, dan bersertifikasi. Pelaksanaan uji kompetensi ini memang harus dilaksanakan untuk membentuk tenaga terampil dan memiliki legalitas. Sehingga dapat dimanfaatkan selanjutnya untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja terampil.

Kegiatan telah dilaksanakan secara ON SITE, pada tanggal 23 September 2021 di Desa Bangunsari, dan dilanjutkan tanggal 24 September 2021 di Desa Tanjungsari.

Bapak Ahmad Kusairi, ST, Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, menyatakan bahwa Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi kerja. Para pengguna jasa dan atau penyedia jasa juga wajib mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi kerja. Sehingga bagi tenaga kerja kontsruksi yang memiliki sertifikat akan lebih dibutuhkan.

 

Kades Bangunsari, H. Darminto, SE, menyampaikan bahwa program sertifikasi ini sangat berguna bagi masyarakat khususnya tukang atau pekerja bangunan. Dengan sertifikat yang diperoleh, kompetensinya lebih terjamin dan tidak dipertanyakan lagi untuk dunia kerja di luar wilayah domisilinya. Sehingga dapat menambah pendapatan untuk rumah tangganya.

Pembekalan materi yang disampaikan oleh Drs. Cahyo Kuncoro, MT disimak dengan seksama oleh peserta sertifikasi, dikarenakan sarat dengan ilmu yang dibutuhkan. Sekaligus dijadikan momentum bertukar pengalaman selama menjadi tenaga konstruksi.

 

Pada saat pelaksanaan tes kompetensi, kemampuan tukang benar – benar diuji oleh Asessor. Melalui wawancara maupun praktik secara langsung. Hasil penilaian diumumkan langsung oleh Asessor sebelum acara ditutup. Alhamdulillah, sejumlah 62 orang peserta dinyatakan lulus.

Keseluruhan rangkaian kegiatan sertifikasi tukang bangunan menerapkan protocol kesehatan yang ketat guna pencegahan Covid-19, mulai dari cuci tangan, cek suhu, menjaga jarak, dan rapid antigen bagi seluruh peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *